Korupsikah Aku?

Halo teman-teman,

Bagi teman2 yang belum tahu, Korupsikah Aku adalah tema Aksi Puasa Prapaskah (APP) 2006 yang dikeluarkan oleh Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).

Tema ini cukup menarik bagiku. Klo kita ngomongin kata "korupsi" mungkin yang kepikiran adalah kasus-kasus di Indo yang melibatkan pejabat, businessman, etc. Mereka dituduh telah melakukan korupsi hingga milyaran rupiah yang merugikan negara.

Tetapi apakah korupsi hanya untuk mereka? Apakah hanya untuk mereka yang telah mengambil uang banyak dan merugikan negara? Aku rasa kata "korupsi" pun sering kita lakukan dalam hidup kita. Memang bentuknya tidak selalu uang, tapi bagaimana dengan waktu? janji? respect? Tanpa kita sadari kita itu selalu meng"korupsi" berbagai hal yang selayaknya menjadi hak orang lain, tetapi menjadi milik kita.

Aku ga akan bicara banyak bagaimana kita melakukan "korupsi" dalam kehidupan sehari-hari. Tapi aku ingin bicara hal ini relate dengan APP 2006. Kayaknya dalam hal pelaksanaan gereja, umat katolik bisa dibilang jago "korupsi" kali ya. Wait bukan aku bilang Katolik itu jelek *aku juga katolik loh*. Hal yang sering terjadi adalah dimana umat datang telat pada misa, dan juga dalam pelaksanaan pantang-puasa

Di komunitas Warga Katolik Indonesia California Utara (WKICU), misa tidak pernah dapat mulai dengan tepat, selalu telat 5-15 menit. Klo kita mau mulai tepat, umat yang ada di gereja hanyalah secuil *Petugas misa, choir, dan segelintir umat*. Klo dibilang kenapa telat, ada saja jawaban seperti "ya biasalah orang Indo", "ya cincailah". Anehnya tampaknya tidak ada usaha dari umat yang suka dateng telat untuk datang tepat waktu. Bukankah klo begini kita sudah korupsi waktunya Tuhan? Apakah pantas kita korupsi waktunya Tuhan?. Buatku sendiri, rasanya tidak enak sekali untuk datang telat, bahkan walau 5-10 menit. Rasanya ga enak ama umat2 yang laen, dan tentunya juga buat Tuhan. Malu banget!!!! Selalulah ku mencoba untuk datang misa paling tidak 5-10 menit sebelum misa. Ya berhubung juga pergaulanku cukup banyak di gereja, maka sebelum misa pun bisa ketemu teman, ngobrol2 dulu.

Yang kedua tentang pantang-puasa. Haiya seperti kita tahu, pantang-puasa gini umat Katolik diwajibkan untuk puasa *makan kenyang sekali* dan pantang *daging* tiap hari Jumat hingga Jumat Agung. Tapi ada sajalah yang tidak melakukan dengan baik. Alasannya "aduh lupaa", "gua ga bisa ga makan daging", "udah laper banget nih" dan berbagai macam alasan lainnya. Haiyaaaa bagiku umat Katolik yang begini tuh kalah ya ama umat Islam. Mereka bisa puasa 40 hari ga makan dari about jam 4 pagi ampe 5-6 sore. Bukannya sok suci nih, aku juga pernah batal pantang-puasa. Harus kuakui aku merasa bersalah, dan rasanya ingin mencari hari pengganti, namun belum kesampean nih *malu!!!!*. Rasanya kok klo begini ya kita itu korupsi kurban kita ya. Kita rasanya ingin mengorbankan diri buat Tuhan, tapi yang kita korbankan itu kita korupsi juga. Haiyaaaaa!!!

Aduh gua ga panjang lebar lagi deh, ntar gua dibilang idealis atau sok suci. GA!!!! gua sendiri banyak korupsi waktu, janji, kurban, hati, pikiran gua buat Tuhan. Harusnya Tuhan terima lebih banyak, itupun sebenarnya ga cukup mengingat pengorbanan dia buat kita.

Makanya rasanya tema "Korupsikah Aku" penting untuk mengingatkan aku untuk ga mengkorupsi apa yang menjadi hak milik Tuhan. Dengan begini, toh kita juga ga akan berani untuk mengkorupsi apa yang menjadi hak teman kita. Ingat juga loh!!! klo sebelum kita mau memberantas korupsi yang dilakukan orang lain, hendaknya kita periksa diri apakah kita juga korupsi?

Jeff

Leave a Reply