Archive for May, 2006

For Yogyakarta Earth Quake Victims

Sunday, May 28th, 2006

Sarah McLachlan & Josh Groban - Angel

Spend all your time waiting
For that second chance
For a break that would make it okay
There’s always one reason
To feel not good enough
And it’s hard at the end of the day
I need some distraction
Oh beautiful release
Memory seeps from my veins
Let me be empty
And weightless and maybe
I’ll find some peace tonight

In the arms of an angel
Fly away from here
From this dark cold hotel room
And the endlessness that you fear
You are pulled from the wreckage
Of your silent reverie
You’re in the arms of the angel
May you find some comfort there

So tired of the straight line
And everywhere you turn
There’s vultures and thieves at your back
And the storm keeps on twisting
You keep on building the lie
That you make up for all that you lack
It don’t make no difference
Escaping one last time
It’s easier to believe in this sweet madness oh
This glorious sadness that brings me to my knees

In the arms of an angel
Fly away from here
From this dark cold hotel room
And the endlessness that you fear
You are pulled from the wreckage
Of your silent reverie
You’re in the arms of the angel
May you find some comfort there
You’re in the arms of the angel
May you find some comfort here

http://www.youtube.com/watch?v=oFUNwLqRDRw

Turut Berduka Cita

Saturday, May 27th, 2006
luw…
buat yang belum tau… hari Sabtu, 27 Mei 2006 kira2 pukul 06.00 am terjadi gempa bumi berkekuatan sekitar 5,9 Skala Richter di Yogyakarta…. mengakibatkan kerusakan parah (terutama di pedesaan) dan ampe gua tulis berita ini, di Yahoo! pengumumannya : at least 3,000 killed in Indonesia quake.
lewat email ini, gua mo ngajak temen2 sekalian utk mendoakan para korban bencana alam, juga mendoakan para keluarga yang ditinggalkan semoga tetap dikuatkan dalam bencana ini, juga bagi setiap orang yang dapat terketuk hatinya untuk memberi bantuan baik berupa doa, dana, maupun sumbangan barang (terutama, klo dr beritanya MetroTV… dibutuhin tenda bagi para pengungsi).
Gua ingin menyampaikan rasa belasungkawa sedalam-dalamnya bagi korban gempa bumi ini. Semoga arwah para korban dapat diterima di sisi Bapa dan mohon kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkannya
AMIN

Kelemahan gw…

Thursday, May 25th, 2006

Halo teman-teman,

Ok, gua lagi mau ngaku satu kelemahan diri gua. Udah lama banget gua ngerasa, klo gua tuh suka mikir negatif dulu tentang seseorang cuma based on gerakan dia, atau kalimat2 dia, even though gua belum tentu benar (tapi bisa aja benar).

Contohnya kita mau nyanyi lagu Miss Otis Regrets, nah itu lagu buat 8 suara, walhasil bingung dong bass 3 orang padahal cuma ada 2 suara. Ada satu bass yang pengen ambil B1 krn emang lebih tinggi dan dia ga bisa bagian B2, nah temen gua satu lagi ambil B2 karena emang dia demen bagian B2, nah gua sih pribadi mending B2, mending nyanyi lower range gua daripada high range gua. Jadinya B2 kan double gitu yg nyanyi, pdhl suara laen cuma 1 orang doang. Hmm di lagu2 laen gua ambil B1 krn B2nya rada2 mentok ama range gua, lagian B1 ga gitu tinggi di lagu laen. Nah pokoknya selama latihan gua ngerasa temen gua yg ambil B2 ini ga demen gitu deh gua nyanyi B2 juga. Sampe pas latihan kemaren dia ngomong gini ke guru gua "Do you want to have 2 people singing the second bass?". Guru gua sih katanya ok2 aja, habis gua ama temen gua bisa work well gitu. Tapi ya gua ngerasa bgt klo pertanyaan itu nunjukkin klo dia ga suka gitu deh, tapi ya ga tahu juga siapa tahu ini perasaan gua doang. Temen gua si soprano sih bilang "ga usah terlalu khawatir, emang bener klo lebih gampang di kontrol 1 org yg nyanyi, tapi lu ber-2 gpp kok". Tapi ya tetep aja berasa nih. Padahal temen gua itu belum tentu maksud gituloh.

Huuu udah sering banget ngerasa gitu. Gimana donks teman-teman? Ada saran ga gua harus gimana supaya gua ga gitu lagi?

Terus gua juga lagi ngerasa minder banget di kelompok jazz gua. Hmmm gini2, kelompok gua ada 9 orang, Sopran 2, Alto 2, Tenor 2, Bass 3. Hmm seperti teman2 tahu gua tuh bass. Gua tuh minder, kayaknya dari 9 org itu gua tuh yang paling kurang banget deh, rangenya pendek, pengetahuan musik juga dudul aja, suara pas2an haiyaa, pokoknya klo misalnya guru gua mau hilangin 1 orang, pasti kenanya gua. Tapi ya itu, perasaan gua ini belum tentu benar, belum tentu orang mikir gua gitu, tapi gua ya ngerasa aja huuuuu

Gimana donks teman-teman?

Teori Jendela Pecah

Saturday, May 20th, 2006

Teori Jendela Pecah

Empat orang pemuda ditembak dalam kereta api bawah tanah. Si penembak yang menyerahkan diri seminggu kemudian dielu-elukan masyarakat sebagai pahlawan mereka. Goetz, si penembak itu, dijuluki tabloid-tabloid sebagai "Pengawal Kereta Bawah Tanah" dan "Malaikat Maut Bagi Penjahat". Memang para pemuda yang ditembak itu adalah kelompok berandal pemeras yang sering melakukan kejahatan di kereta api bawah tanah. Tetap saja si penembak tadi dihukum karena melakukan main hakim sendiri. Rakyat marah, tapi tidak dapat berbuat apa-apa. Hukum adalah hukum. Si penembak harus meringkuk dalam penjara. Beberapa tahun kemudian terbukti para pemuda yang ditembak tersebut adalah para pelaku kejahatan mulai dari pencurian, perampokan, hingga penganiayaan. Salah seorang diantaranya yang bernama Ramseur, dua tahun setelah penembakan tersebut dijatuhi vonis 25 tahun penjara karena pemerkosaan, perampokan, sodomi, pelecehan seksual, penganiayaan, kejahatan bersenjata api, dan pemilikan barang curian. Sulit menerima bahwa yang dulu dianggap korban kekerasan ini ternyata juga pelaku kekerasan. Demikianlah potret buram fasilitas subway di New York tahun 1984. Masyarakat takut menggunakan kereta bawah tanah yang suram penuh coretan grafiti, kotor, dan banyak banditnya. Masyarakat dan pemerintah sama frustasinya dengan kondisi buruk itu. Selama tahun 80-an kriminalitas di New York City mencapai rata-rata lebih dari 2000 pembunuhan dan 600.000 tindak kekerasan serius dalam setahun.

Namun secara mendadak situasi tersebut berubah drastis di awal tahun 90-an. Di tahun 1996 kejahatan menurun drastis menjadi sepertiga. Kekerasan di kereta bawah tanah bahkan turun sebanyak 75 persen. Bagaimana hal itu bisa terjadi?

*Jendela Pecah*

Untuk kasus kereta bawah tanah penurunan ini dimulai dari penerapan teori Jendela Pecah (Broken Windows) yang digagas oleh kriminolog James Q. Wilson dan George Kelling. Wilson dan Kelling berpendapat bahwa kriminalitas merupakan akibat tak terelakkan dari ketidakteraturan. Jika sebuah jendela rumah pecah dan dibiarkan saja, siapapun yang lewat cenderung menyimpulkan pastilah di situ tidak ada yang peduli atau bahwa rumah itu tidak berpenghuni. Dalam waktu singkat akan ada lagi jendelanya yang pecah, dan belakangan berkembang anarki yang menyebar ke sekitar tempat itu. Di sebuah kota, awal yang remeh seperti coret-coret, ketidakteraturan, dan pemalakan, kata kriminolog itu, semua setara dengan jendela pecah, yaitu ajakan untuk berbuat kejahatan lebih serius.

Pemalak dan penodong, entah amatiran atau profesional, percaya bahwa peluang mereka untuk tertangkap atau diadukan ketika beroperasi di jalanan berkurang bila mereka memberikan ancaman yang cukup kepada calon korban. Jika masyarakat di suatu tempat tidak mampu mengatasi pemalak yang beroperasi di jalanan, pencuri dan perampok pun akan berkesimpulan bahwa orang di situ tidak akan langsung menghubungi polisi atau mengadukan mereka andaikata kejahatan itu mereka laksanakan.

Ini sebuah teori epidemi untuk kejahatan. Menurut teori ini kejahatan bersifat menular - persis seperti trend mode pakaian – sehingga dengan awal yang remeh seperti memecah sebuah kaca jendela, perbuatan yang sama segera menyebar ke seluruh wilayah.

Pada pertengahan 80-an, kriminolog George Kelling disewa oleh New York Transit Authority sebagai konsultan, maka ia meminta jawatan itu untuk menerapkan teori Broken Windows di jaringan kereta bawah tanah. Direktur baru yang ditunjuk mengurus hal itu, David Gunn, menerapkan teori tersebut dengan fokus melawan grafiti di kereta bawah tanah. Banyak pejabat di direktorat kereta bawah tanah yang menganjurkan agar dia lebih memusatkan perhatian kepada kejahatan yang lebih serius daripada mengurus masalah corat-coret. Gunn tetap bertahan, "Coret-coret ini merupakan symbol keambrukan sistem ini," katanya.

Maka Gunn melancarkan aksi melawan corat-coret. Dia tahu bahwa remaja yang melakukan grafiti memerlukan 3 hari untuk memoles dinding gerbong dengan cat putih, menunggu kering, dan menggambarnya di hari ketiga. "Begitu mereka selesai menggambar, malamnya kami cat lagi gerbong tersebut sehingga keesokan harinya tak ada yang sempat melihat karya mereka," demikian kata Gunn. Ketika sebuah gerbong dicorat-coret, maka corat-coret itu dihilangkan selama masa istirahat, atau gerbong itu tidak dioperasikan dulu. Gagasan dibalik kebijakan itu adalah menyampaikan pesan yang gamblang kepada para vandal, bahwa mereka tidak disukai.

Program pembersihan grafiti oleh Gunn sudah berlangsung sejak 1984 hingga 1990 saat Transit Authority mengangkat William Bratton sebagai komandan polisi kereta bawah tanah yang baru. Seperti halnya Gunn, Bratton juga penganut teori Broken Windows. Alih-alih fokus pada kejahatan serius, dia justru fokus untuk membasmi kebiasaan remeh yaitu naik kereta tanpa karcis. Menurutnya, naik kereta tanpa karcis juga merupakan simbol ketidakteraturan yang menjadi pangkal pelanggaran-pelanggaran yang lebih serius. Hasilnya luar biasa. Penjagaan pada gerbang tiket menghasilkan penangkapan-penangkapan yang tak diduga sebelumnya. Setiap penangkapan ibarat membuka kotak hadiah yang penuh kejutan. Mainan apa yang didapat hari ini? Senjata api? Pisau? Karcis palsu? Uang palsu? Bahkan kadang-kadang ada tersangka pembunuhan. Tak lama kemudian orang-orang jahat mulai berpikir lebih panjang, setidaknya meninggalkan senjatanya dan membayar karcis ketika naik kereta.

Tahun 1994 Bratton diangkat menjadi Kepala Kepolisisan New York City oleh walikota yang baru Rudolph Giuliani. Bratton tetap melakukan strategi yang sama, memberantas perbuatan-perbuatan kecil yang mengganggu ketentraman, termasuk bahkan menangkap para tukang lap kaca mobil di perempatan jalan yang kemudian meminta uang jasa ke pengendara. "Kami mulai menegakkan hukum dalam kasus-kasus ringan seperti mabuk-mabukan di tempat umum, buang air kecil sembarangan, termasuk membuang botol di jalanan," demikian kata Bratton. Ketika kriminalitas mulai menurun di kota itu, secepat penurunan di kereta bawah tanah, Bratton dan Giuliani menunjuk ke sebab yang sama. Kejahatan-kejahatan kecil, pelanggaran-pelanggaran remeh, yang lazimnya dianggap tidak signifikan, kata mereka, merupakan titik lenting (tipping point) menuju kejahatan-kejahatan besar. Demikianlah seperti dikutip dari buku Tipping Point tulisan Malcolm Gladwell.

UM-Ann Arbor

Tuesday, May 16th, 2006

Dear Emmanuel:

Congratulations! You have been admitted to the College of Engineering in the undergraduate degree program for Industrial and Operations Engineering for Fall 2006.

………………………………………………………………………..

We welcome you and look forward to having you in the College of Engineering. Best wishes for your succes at Michigan.

Best Regards,

Sharon R. Burch
Director
Debby Mitchell
Admissions Counselor

NB: So I got 6 out of 6, Good Job!!! Purdue is my choice!!! Agree?

Johari Results

Thursday, May 11th, 2006

Oi oi, post kali ini mau discuss about http://kevan.org/johari?name=kuesar yang gua kirim ke temen2 yang gua anggap cukup mengenal gua. Bagi temen2 yang belum tahu, johari ini semacam psikologi test dimana temen2 si A bisa milih 5-6 kata sifat tentang si A. Ternyata hasilnya pun cukup menarik. Gua bakal list 5 sifat yg paling banyak temen2ku isi.

1. Friendly (54%)
Wah seneng juga nih klo dibilang friendly ama temen2, yang pasti sih gua cuma mencoba untuk nice ama semua orang ya. Toh gua sendiri ga seneng klo dicuekin, dijutekin.

2. Religious (52%)
Wah ini yang menurut gua sih ga banget deh, gua masih jauh banget dari namanya orang yang religius. Manusia masih banyak dosa begini, huuuuu klo kelihatannya gua aktif kesana-kemari mungkin cuma bentuk keinginan gua untuk terus lebih dekat aja kali ya, ama pelayanan tiada henti tentunya. Apalagi dalam dunia musik gereja.

3. Idealistic (30%)
Emang ga bisa dipungkiri, gua itu kadangan orangnya terlalu idealis. Gua kadang pengen sesuatu itu berjalan sesuai dengan apa yang gua pikir. Klo ga, kadang gua sebel atau malah bingung sendiri. Ya kadangan jeleknya juga dalam organisasi gua jadi kadang2 maksa apa yang gua pikirin, pokoknya something harus jalan sesuai keinginan gua. Ga heran bokap gua pernah ngomong klo gua itu orangnya kaku. Tapi kadang menurut gua idealis itu juga perlu kok, tanda klo loe tuh ada bayangan something tuh harus jalan kayak apa, dan lu ada ambisi dalam ngelakuin sesuatu. Ya mungkin asal jangan berlebihan aja kayaknya.

4. Helpful (26%)
Hmmm ada sih beberapa orang yang emang ngomong ke gua "lu tuh emang helpful banget". Ya gua sih klo emang bisa nolong ya nolong. Emang sih kadang2 harus gua akuin klo mau nolong tuh mikir2, cuma ya dicoba untuk ga kayak gitu. Namanya manusia nih, klo nolong aja kadangan mikir2 padahal harusnya ga. Semoga gua makin menjadi helpful buat temen2 gua deh.

5. Kind (21%)
Hmmm beda2 tipis kind ama friendly. Ya pokoknya jadi orang mah coba jadi sebaek mungkin lah ama orang.

Itu dia hasil top 5 yang orang2 isi. Hmmm dalam test ini sebenarnya gua juga isi 6 sifat yang menurut gua kelebihan gua.
Yaitu: Caring (19%), Friendly (54%), Observant (8%), Patient (10%), Sympathetic (4%), Trustworthy (13%).
Hmmm heran juga yang masuk top 5 cuma Patient, paling yang hampir cuma Caring. Hmmm aneh juga, apa yang menurut gua jadi kelebihan gua malah ga banyak orang tahu. Apakah gua kurang menunjukkan? Atau banyak kelebihan gua yang orang tahu tapi gua sendiri tidak sadar? Hmmm tapi yang pasti masih ada beberapa orang yang notice terhadap pilihan gua ini

Hasil ini bukan gua bangga2in diri sendiri, atau mau jadi orang munafik. Tapi ya menurut gua ini salah satu cara untuk tahu apa sih menurut teman2 tentang gua.

Hmmm ditunggu deh comment2nya temen2 terhadap hasil ini hihihi, klo belum sempet isi, ditunggu loh tinggal buka http://kevan.org/johari?name=kuesar.

Another Psychology Test

Saturday, May 6th, 2006

1. What is the first adjective word that come up in your mind when people said "Dog"?

2. What is the first adjective word that come up in your mind when people said "Cat"?

3. What is the first adjective word that come up in your mind when people said "Mouse"?

Submit your answer to me to know what does it mean

Vocal Jazz Concert

Tuesday, May 2nd, 2006

De Anza College Vocal Music Department

Vocal Jazz Concert

Friday, May 5, 2006 8 PM
De Anza College Choral Hall (A11)

Featuring:
Vocal Flight and Studio Singers
and special guest ensemble
California State University - Sacramento
Jazz Singers

$10.00 general / $5.00 students and seniors

Tickets available by calling 408-864-8879 or at the door
De Anza College - 21250 Stevens Creek Blvd. - Cupertino, CA

NB: I am in the Studio Singers group. COME!!! and I’m sure you are going to have a lot of fun.