Kartu Ulang Tahun UCV untuk Teman-teman semua (from Paul)

For all UCVers,
Happy 7th Birthday for our UCV.
Teman-teman, pernah mencoba sekali-sekali membuka album foto-foto atau video atau memorabilia apapun dari UCV? Coba buka sekali lagi hari ini. Gw baru aja melakukan itu. Minimal dari album foto yahoo group baik yang UCV maupun UCVOS.
Entah kenapa, perasaan gw campur aduk ngeliat itu semua. Entah bagaimana ngungkapinnya. Banyak tawa, tangis, perjuangan dan kebersamaan di situ. Sejujurnya gw pengen menangis ngeliat itu semua. Banyak momen yang ingin gw ulang kembali. Ngeliat foto-foto itu, seperti mengingatkan gw akan banyaknya teman-teman yang benar-benar hilang dari hidup gw. Saat dulu gw tertawa dan bernyanyi bersama. All 4 one, one 4 all. Sekarang entah ke mana semua itu.
Gw juga iri, sangat iri, melihat semua foto-foto saat teman-teman mengikuti lomba.
Iya, Flo, iya, Yiska, dan teman-teman semua, gw adalah ketua UCV yang tidak pernah mengikuti lomba sama sekali. Sebuah reputasi paling memalukan dan menyedihkan bagi gw. Hahaha. Gw bener2x pengen ikut momen-momen itu. Gw pengen ikut berjuang berlatih, gw pengen ikut menangis bersama-sama saat momen pengumuman. Tapi gw tidak akan pernah punya kesempatan itu lagi. 6 tahun lalu gw menangis karena tidak diperbolehkan ikut ke ITB, dan gw tidak pernah diperbolehkan ikut lomba apapun. Gw benar-benar menangis miris dan iri sama kalian.
8 tahun lalu, PERSEVERA berdiri sebagai embrio dari UCV. Walau gw saat itu menginginkan agar PERSEVERA dilebur ke UCV, entah kenapa sekolah mengharapkan PERSEVERA bertahan. Kemarin waktu di CC, gw melihat di kapel ada anak2x CC berlatih paduan suara dengan sekelompok sopran dan alto. Entah dari mana cewek2x itu, tapi terasa miris, karena seharusnya suara nyanyian itu berasal dari UCV.
Tidak, teman-teman, UCV belum mati.
Guys, selama setengah tahun gw di rumah sakit, banyak kejadian pasien meninggal, bahkan di depan mata kepala gw sendiri. Bagaimana beberapa saat sebelumnya masih bicara, tiba-tiba keadaan memburuk, napas hilang dan dalam 30 menit ke depan tak tertolong.
Namun, yang pengen gw ceritakan adalah bagaimana proses pertolongan saat napas pasien hilang. Segera para dokter Emergency Room langsung bergegas mengambil berbagai peralatan, obat, alat pacu jantung. RJP (Resusitasi Jantung Paru), etc,etc,etc, dilakukan. Ada kalanya sia-sia karena pasien tak tertolong, ada kalanya hanya memperpanjang hidup sebentar, dan ada kalanya kembali hidup.
Pada pasien dengan stadium penyakit apapun, separah apapun, bahkan kalo kasarnya udah pasti mati, saat terjadi napas hilang, prosedur penyelamatan akan dilakukan. (Kecuali keluarga pasien menolak) RJP, dan blablabla lainnya akan terus dilakukan sampai pasien DINYATAKAN meninggal.
Itu yang gw percayai untuk UCV.
Sudah beberapa kali teman-teman di Jakarta mati-matian menyelamatkan UCV. Gw sudah 2 kali ketemu suster. Saat gw nyetir bolak-balik Jakarta-Bandung hanya untuk ketemu suster, temen gw bilang gw gila. Bahkan saat dalam perjalanan, gw mengatai diri gw sendiri gila. Biaya, waktu, tenaga, dan kemungkinan keberhasilan pertemuan gw dengan suster kecil, what the hell are you doing, Paul? Ya, gw akui gw gila. Saat itu gw tidak bisa menjawab pertanyaan itu sendiri. Yang gw tau, gw harus tetap ke Jakarta demi UCV.
Hari ini, saat gw buka foto-foto itu, gw temukan alasan gw dan jawaban dari pertanyaan gw itu. Gw tidak gila.
Napas UCV di masing-masing sekolah sudah sangat sedikit, nyaris hilang. Semangat teman-teman alumni sudah pudar. Mungkin ada yang sudah tidak ingat UCV lagi. Mungkin ada yang sudah tidak akan bertemu lagi.
Tapi, gw tidak mau menyerah selama napas kecil itu masih ada.
Gw tidak mau menyerah selama semangat itu masih belum sepenuhnya pudar.
Ada 2 tanda kematian fisik UCV:
1.      Kata ’tidak’ secara permanen dari kedua sekolah
2.      Kata ’tidak’ dari teman-teman kedua sekolah dan alumni
Sebelum tanda itu ada, sekecil apapun kemungkinannya,
JANGAN MENYERAH, TEMAN-TEMAN!
Hari ini, 25 Agustus 2006, pagi-pagi gw akan bertugas di sebuah puskesmas di salah satu tempat paling terpencil, terkumuh, dan terpojok di Bandung. Banyak tugas yang harus dilakukan, dan gw bener2x bingung dengan apa yang harus dilakukan. Banyak hal tak pasti hari ini di sana. Tapi, gw akan jalanin hari ini dengan satu hal yang gw pasti tahu,
UCV hari ini merayakan tahun kehidupannya yang ketujuh. UCV yang sangat gw cintai.
Happy 7th Birthday, UCV.
25 Agustus 2006
May God Bless Our Beloved UCV.
Sebuah surat dari seorang ketua UCV yang paling memalukan
yang tidak pernah mengikuti lomba,
Paul Jonathan

Leave a Reply