2 Important Points from Father Tom
Halo semua,
Kemaren di gereja ama di mudika discussion gua dapet 2 points yang kayaknya kena banget ama gua
1. Father Tom di kotbah ngomongin tentang gereja Katolik itu Pro-Life. Dia ambil contoh tuh Anti Abortion, Euthanasia, Capital Punishment. Menurut gua ini kena banget karena beberapa saat yang lalu klo teman-teman ingat tentang kasus Tibo cs dimana mereka akhirnya dieksekusi mati. Gereja dulu memang berpikir bahwa hukuman mati adalah hal yang boleh dilakukan. Tapi setelah dilihat lebih dalam, hukuman mati bukan tentang si Penjahat, tetapi justru menggambarkan kondisi masyarakat tersebut. Gereja menuntut kita untuk tidak hanya mempunyai Justice, tetapi juga Passion. Quote yang sangat menarik yang Father Tom kutip dari promosi sekolah seminari: "From cradle to grave, we are involved in Life"
2. Dalam discussion about "Living Our Faith" yang diadain oleh Mudika dengan pembicara Father Tom. Father Tom mengutip ayat Markus 10: 17-27. Ayat 19: Engkau tentu mengetahui segala Perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu. Ayat 21b: "Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin"
Father Tom mulai dengan mengambil pengalaman dia terhadap anak muda, dimana suka takut "gua udah ngikutin semua perintah Tuhan belum ya?", "gua yang sekarang ini udah bisa masuk surga belum sih". Kita suka takut klo kita belum cukup buat masuk Surga, istilahnya kita belum Pass tuh kelas. Klo kita baca bacaan diatas, si orang kaya sepertinya sudah melakukan semua yang dia butuhkan untuk masuk surga, tapi dia kurang satu yaitu membagikan kekayaannya. Disini jangan disalah artikan klo si kaya sebenarnya ga bisa masuk surga karena dia kaya atau karena dia belum membagikan hartanya. Tapi coba klo temen-temen perhatiin lagi, what the rich man did was what he SHALL NOT do, but what the man did not do was what he SHALL do. It is easy not to kill, steal, lie, but it is hard to share our love, to say thank you, to appreciate people. Ayat 25: It is easier for a camel to pass through (the) eye of (a) needle than for one who is rich to enter the kingdom of God." Yang banyak orang tidak tahu, sebenarnya memang dulu ada gerbang untuk masuk ke kota yang namanya Eye of a Needle, karena memang gerbangnya hanya selebar badan orang. Maksud dari ayat ini adalah, seorang yang kurus akan sangat gampang untuk melewati gerbang ini, tetapi jika seorang yang kurus ini membawa semua hartanya di tas, pinggang, celana, dll maka akan tidak mungkin bagi dia untuk melewati gerbang itu, sama seperti unta yang tidak dapat masuk karena harus membawa semua barang si majikan. Bagi seorang kaya, akan sangat gampang untuk tidak membunuh, berbohong, mencuri, berzinah, akan tetapi sudahkah ia membagikan harta-hartanya kepada sesama yang membutuhkan?
Pertanyaaan pun muncul dariku. Di Indonesia dimana kita hidup dengan keadaan orang-orang yang banyak korupsi, mencuri, bahkan istilahnya klo kita jujur maka kita tidak akan hidup. Ingin berbuat baik malah dibilang munafik dan malah bisa dipenjara / dihukum. Bagimana kita menghadapi situasi yang terkadang membuat kita harus melakukan apa yang hati kita tidak inginkan. Father Tom pun menjawab dengan kalimat yang kurang lebih seperti ini: "To find the truth, sometimes you have to dance with the evil. It is ok, as long as you control the dance, not the evil"
Ada satu pertanyaan yang ngebuat se-isi mudika terdiam beberapa menit, yang menurut aku boleh kita refleksikan: "What are we looking for in our faith?"
Hmm kayaknya sih ada hal-hal lain yang cukup menarik dari kemaren, tetapi aku lupa dan juga udah panjang isi blognya, ntah malah ga ada orang baca lagi haha
GBU
October 22nd, 2006 at 2:01 pm
Hello Boy,
I enjoyed juga what you wrote above.
Ngejawab your question nich. Yoi sich, we contantly face with choices, bad and good, ya sampe entar we die. To find the truth in every situation, we have to stick to apa God bilang in His words, firman Tuhan in the bible, karena God is truth, and the Truth will set us free.
Dance with the evil to find the truth? Mmmmm nggak mau ahhh, ogahh, takuttt. hehehe. Because with my strength, I know I can’t overcome or control the evil. Good example is Eve in the garden (Genesis).
To find the truth, I’d rather dance with the Truth, God. Let the evil dance around me. I’m saved and secure because I’m with the Truth.
Lastly
what am I looking for in my faith? my Savior, my God.
Jess